Kamis, 18 April 2013

"What's up with METEOR?" Eps.1

Teng....Teng...Teng....Teng.....

     Suara bel menggema diseluruh langit SMA Negeri 73 Gorontalo. Sekolah terkenal yang berada tepat ditengah-tengah kota, dengan cat abu-abunya yang menambah kemewahan, dan dikelilingi pohon-pohon tinggi nan rindang. Disinilah anak-anak langka dipertemukan dan dipersatukan dalam satu ruangan. People call them, "METEOR".
Cuaca senin itu sangat mendung, matahari bersembunyi dibalik gumpalan awan-awan hitam.
"Bu, apa ada baiknya upacara pagi ini ditiadakan? Cuaca hari ini masih kurang bersahabat, kelihatannya tak lama lagi akan turun hujan.." Ujar Pak Marijan kepada Ibu Tati -kepala sekolah- sambil merapikan kemeja dinasnya.
"Memang nampak mendung, tapi selama hujan belum juga turun, upacara akan tetap dilaksanakan." Jawab Bu Tati dengan nada tegas.

"Huuuhh.... Hampir aja gw terlambat." Ungkap Rimon ngos-ngosan dan mengambil barisan dibagian belakang.
"Eh, ini dia si cungkring udah datang, ga telat lu?" Tanya Ayi sambil memakaikan topi SMA kekepalanya. "Hampiiiiir aja..." Jawab Rimon.
"Aduh gila! two idiots udah dateng, nyesal dah gw berada dibarisan belakang, jadi pendengar setia mereka berdua ini." gumam Riri dalam hati.
"Ssstt! udah-udah, upacara mau dimulai tuh." seru Pak Raden dengan memotong pembicaraan Rimon dan Ayi. Riri tersenyum kesenangan.
     45 menit kemudian, saat upacara selesai, hujan belum juga turun, ramalan Pak Marijan ternyata kurang tepat. Seluruh siswa berjalan menuju kelasnya.
-------

"Eh, Vi! Flashdisk gw mana?" Tanya Nadira sambil meletakkan tas sekolahnya diatas meja..
"Ada tuh" Jawab Vivi dengan santai.
Sementara disudut kelas bagian depan..
"Horeeeee! gw menang..." seru Ilham dengan semangat.
"Hah, iya,iya.. kali ini lo menang dan gw kalah!" jawab Iqbal dengan nada pasrah..
Daning, si ketua kelas X4 datang dengan seragam barunya. "Haloo semuaa!!!! I'm coming~~" Teriak Daning sambil melambaikan tangan, seperti yang dilakukan Miss Indonesia diatas panggung
"Hah, Ayi..! Kepala suku kita udah datang tuh" seru Rimon seraya menunjukkan telunjuknya kearah Daning.
Daning terdiam dan dihantui rasa kesal berjalan menuju tempat duduknya. Jam pelajaran pertama pun dimulai. Seluruh siswa kelas X4 menyiapkan peralatan tulis menulis, dan belajar.

***

Teng....teng...teng..
Jam istirahat berbunyi. Ibu Maymun merapikan buku-bukunya dan menutup pelajaran.
"Dev, kekantin yuk!" ajak Izky seraya mengambil dompet didalam tasnya. "Ayok!" Jawab Devi yang juga mengambil dompetnya dalam tas.
Aristi juga hendak pergi ke kantin untuk beli makanan, "Lo ga jajan Cha?"
"gw puasa Ar!"
"Oh, maaf..maaf.. kalau gitu, gw kekantin dulu" ungkap Aristi kepada Echa. Iapun pergi meninggalkan Echa.
Disisi lain, Mimi menatap Utari dengan penuh rasa ingin tahu. Ia mengerutkan dahinya dan "Oy, masih ngegalau aja.. kenapa lu?"
Utari hanya diam, ia bergelut dengan perasaannya.
"Hey! lu kenapa? cerita donk ke gw.." bujuk Michelle sambil tersenyum.
"Ini, pacar gw berubah banget, dia mulai cuekin gw, dia ga peduli lagi sama gw" Jawab Utari dengan sedih.
"Oh, itu.... Udah cuekin aja.. lagian cowok kan bukan cuma dia doank! nyantai aja.."
"Tapi gw gabisa Mi."
"Yah, dibisain aja! Udah deh Ut, gausah ambil pusing, ujung-ujungnya lo yang sengsara. Yakhaan?!!"
"Iya juga sih.." jawab Utari. "Yaudah, makan yuk!" ajaknya.
Keduanya mengambil tupperware dan meletakkannya diatas meja. "Menu lo apa hari ini?" Tanya Michelle  sambil melirik tupperware Utari. "Ini emak gw masak 'Fillet kakap panggang', enak pasti! lo mau?"
"kelihatannya sih enak, tapi gw ga terlalu suka, makasih udah nawarin." jawab Michelle sambil tersenyum lebar. "Eh iya, gw bawa 'Pie salmon kentang' coba nih!" sambungnya.
"kurang suka juga Mi, makasih juga udah nawar"
"Okeeey.."
     Suasana kelas dalam keadaan hening. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Seperti biasanya, Ikbal asik dengan gamenya. Disampingnya ada Difa yang juga sibuk menggambar sesuatu, entah apa. Didepan kelas, nampak seorang Dila yang sibuk rapiin kerudung putihnya..
"Subhanallah! Lo cantik banget" pujinya dengan menujuk cermin. Iya! siapa lagi dipuji kalau bukan dirinya sendiri.
"Gila lo Dil! masa lo ngomong ama cermin?" ledek Ifah dengan suara yang sedikit nyaring.
"Biarin! mending gw ngomong ama cermin, daripada ngomong ama lo!" jawab Dila kesal.
Ifah pun tak merespon ucapan Dila. Ia hanya tertawa dan melanjutkan game yang sedaritadi dimainkannya. Disampingnya nampak seorang Dian duduk dengan manisnya. Dipangkunya gitar kecil mungil berwarna maron, dan mulai mengalunkan lagu kesukaannya, 'Tailor Swift-Speak Now'.
  Tak lama setelah itu, Andika, anak paling santai dikelas X4 datang dengan tas barunya. "Hari ini guru-guru lagi rapat, dan kita akan dipulangkan!! Yeeee!" Sorak Dika dengan wajah gembira.
"Kata siapa?" Tanya Aldi, Rimon, Ilham, Ayi, Ikram dan Iqbal secara bersamaan.
"Ga percaya, noh gw dengar dari Kak Divo -ketua osis-!" Jawab Dika dengan penuh percaya diri.
"Ah bohong lo! gw ga percaya.." seru Iis.
"Hu'uhm... lo pasti bohong kan??!!" sambung Riri dengan gaya khasnya.
"Kalo gw benar gimana?" tangkis Dika sambil membuka bungkus permen, dan mengunyahnya.
"Udah, udah! Ribut aja kerjaan kalian!" teriak Ikbal.
"Ntar dulu, eh tapi bener nih?" tanya Difa penasaran.
"Yaeelah! lo masih percaya aja sama Dika?" sambung Nadila dengan wajah datar. Tiba-tiba..
Teng...teng...teng....
Bel masuk berbunyi! Kali ini, giliran ibu Cahya -guru matematika- yang masuk.

***

 Istirahat kedua, Ifah, Daning, Aristi, Nadira, Vivi, Dian dan Echa bersiap-siap pergi menuju musholla.
"Ri! lo ga ikutan sholat?" tanya Vivi seraya membuka sepatu hitam pekatnya.
"ga Vi, gw lagi gabisa" jawab Riri sambil memasukkan tempat pensil kedalam laci mejanya.
"yaudadeh." seru Vivi. "Yang laen ga ikut sholat juga?" tanyanya lagi.
"sama Vi, gabisa." jawab mereka serentak.
  Vivi bergegas pergi ke musholla menyusul 5 orang temannya yang sudah lebih dulu pergi. Sementara anak laki-laki masih sibuk nge-PES dikelas. Beberapa menit sebelum diqamat, barulah mereka ke musholla.
"Div, temenin gw ke ruangan Pak Suparno dong! gw mau nganterin tugas bahasa Arab gw nih. cuma yah ga enak kalo gw kesana sendirian."
"Eh, nanti aja! pak Suparno lagi sholat. ga dengar tuh, dia yang ngimamin?"
"Oh iya yah.... Hehe, gw lupa!" jawab Riri dengan wajah yang sedikit malu.
Dila datang menghampiri Riri dan Diva, dilepasnya kerudung putih tipis yang terpakai dikepalanya. Rambut hitamnya bergoyang-goyang ditiup angin yang masuk dari jendela. "guys, gw gabung boleh kan?" tanyanya sambil duduk disamping Riri.
"Boleh koq Dil, sini! yeee..! jawab Riri dengan hebohnya.
  Mereka berbincang-bincang menghabiskan waktu istirahat. Didepan pintu nampak si Ilham juga asik berbincang-bincang dengan teman SMPnya, Linda. Mereka sering digosipkan pacaran. Tapi keduanya selalu membantah.
Dari kejauhan, terlihat Ayi dan Rimon baru keluar dari musholla dan berjalan menuju kelas
Seperti sedang mengendarai motor, Rimon datang dengan suara "Ngeeeeng...ngeeeeng..ngeeeng...!"
"Awas, Mon! belok kanan..!" seru Ayi yang berjalan dibelakangnya.
"iiiiiiiii'" hampir aja Rimon menabrak Utari yang dengan hati-hati membawa mangkuk berisikan bakso.
"Wah gila lu Mon! ga liat apa, gw bawa mangkuk panas. Kalo tumpah gimana?"
"Kan kalo Ut! Kenyataanya, gw ga nyambar lo! jadi udah tenang aja. Santai! Rileks!"
"Hhhh.. dasar lo! gw siram pake ini mau?" jawab Utari kesal sambil mengarahkan mangkuk baksonya kearah Rimon.
"Daripada lo nyiram gw pake itu, mending lo sedekah ke gw pake itu. Kelihatannya enak tuh!"
"Enak aja! udah gw ga mau ribut sama lo" jawab Utari lagi sambil meletakkan mangkuk baksonya diatas meja, dan duduk.
"Yaudah! Oke! Fine!!!!" seru Rimon dengan angkuhnya. Iapun bergegas meninggalkan Utari.

***

     Setelah berjam-jam mereka berada disekolah, tibalah waktunya mereka untuk pulang. Tapi Ayi masih saja duduk santai di taman depan sekolah. Ia teringat akan teman lamanya, Indra. Indra adalah teman baik Ayi sejak kecil, tapi sejak kelas 5 SD Indra pindah ke Medan, sampai saat ini belum juga ketemu Ayi. Ayi mengatupkan bibirnya, "Oh iya gw baru ingat! waktu itu gw kan nyimpan fotonya Indra dialbum kecil gw!" Tanpa pikir panjang, iapun berdiri dan berjalan meninggalkan taman, menuju tempat parkir dan mengambil mobil Maybach Landaulet-nya. Mobil itu dibelikan ayahnya ketika ia genap berusia 16 tahun.
  Setiba di rumah, ia tidak menemui seorangpun. Diatas mejanya, terdapat sehelai kertas putih bertuliskan pesan dari kedua orang tuanya, bahwa mereka akan bertugas diluar negeri selama kurang lebih 2 minggu. "Mama sama papa pergi lagi. Eh tapi, apa Tomy -adiknya- juga ikut?" tanyanya dalam hati. Berjalanlah Ayi menuju kamar adiknya dalam keadaan sepi, dan masih berantakan. "Ternyata dianya juga ikut!" umpatnya dalam hati. Bibirnya mengerucut dan ia berjalan menuju kamarnya. "Oh iya! Indra!!" Dibukanya lemari dan didapatinya album kecil berwarna hijau tua, album tempat dimana ia menyimpan foto Indra. Namun sayang, ketika ia membuka album itu, foto yang dulunya ada dalam album itu, mendadak hilang. "Yah, gagal deh missi gw nyimpan foto Indra." Tiba-tiba, iPhone5nya mengalunkan lagu Bruno Mars-Just the way you are. Oh her eyes, her eyes make the stars look like they're not shinin'.. Her hair, her hair falls perfectly without her tryin'.. She's so beautiful, and I tell her everyday... Rimon menelfonnya.
"Halo bro! ada apa?"
"Jalan yuk! Bosan gw di rumah." Jawab Rimon. "Tapi, pake mobil lo yah, lo jemput gw." godanya..
"Ah, dasar lu Mon! Yaudah deh, setengah jam lagi gw kesana."
"Oke bosss!!"
2 menit setelah Rimon menutup telfonnya, ia kembali menelfon Ayi, dan lagu Bruno Mars kembali mengalun.
"Apa lagi bro?" tanyanya dengan sedikit kesal.
"Sorry Ay! gw diajak nyokap gw, nemenin dia belanja. Jalannya nanti aja yah, sorryyyyyy bangeeet!" bujuk Rimon dengan penuh harap.
"Hah, sialan lu Mon! Iya iya deh, gapapa.!"
"Oke bro! Bye!"
Ayi menutup telfon dengan sedikit kesal. Tapi daripada sendirian dirumah, ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan...
Hal yang tak pernah diduga sebelumnya, ketika ia pergi menghibur dirinya di Taman Kota, matanya tertuju pada wanita berkerudung coklat yang tengah duduk menyendiri disudut taman, "Hey, itukan Echa?." ungkapnya. Karena penasaran, iapun menghampiri gadis itu, ternyata benar, itu Echa. "Echaaa??!" sapanya dengan sedikit kaget.
"Eh, Ayi? duduk Ay," tawar Echa.
Ia pun duduk disamping kanan Echa. "Tumben lo disini?" Tanyanya sambil menyimpan iPhone5nya.
"Oh ini, gw bosan aja, makannya gw jalan kemari. Tadinya sih, gw mau ngajak yang laen kemari. Tapi mereka sibuk sendiri. Yaudah!" jawab Echa panjang lebar. "Nah lo sendiri? bukannya nge-PES bareng sodara-sodara lo, tapi malah nongkrong disini, kenapa? lo ada masalah dengan mereka? mereka ga ngajakin lo main bareng?" tanya Echa kepo.
"nggak koq, yah gw cuma ingin datang kemari, eh gataunya ketemu elu disini."
"Oh.." jawab Echa tersenyum. Tiba-tiba...
"Oyyyyyyy! pacaran aja kerjaan lu berdua. ciecieeee... jadian koq ga bilang-bilang sih?" ledek Aristi yang datang-datang ngagetin mereka dari belakang.
"Apaan sih lo Ar? orang gwnya ga sengaja ketemu Ayi disini." jawab Echa kesal.
"hu'uhm.. sembarangan aja lu kalo ngomong.." lanjut Ayi.
"Loh? orang gw nya jelas-jelas lihat dengan mata kepala gw sendiri, lo berdua pacaran kan? udah ngaku aja." goda Aristi sambil menggerak-gerakkan alisnya.
"ngasal lo! gw gasengaja ketemu Echa disini! kenapasih ga percaya banget sama gw?
"yang bener lo?"
"Iyyyyaaaaaa! suwer!"
"ah iyadeh gw percaya.. eh gw boleh gabung dengan kalian?"
"dengan senang hati!" jawab Ayi dan Echa bersamaan.
"cieeeee kompak" ledek Aristi lagi.
"Udah deh yah! Stop! mau gabung kagak?" tanya Echa kesal.
"Iya..iyadeh ampun.... tapi ngomong-ngomong, kalian berdua koq bisa ada disini?"
"yah kita cuma pengen ngibur diri doank, sekalian liat-liat suasana kota diwaktu sore." jawab Ayi seranya mengambil kembali iPhone5 dan headsetnya sekaligus memasangkan headset ke iPhone5nya.

bersambung...

5 komentar:

Aristi Ayuningsi mengatakan...

seru!!!!! seru!!!! seru!!!!... bru t echa dgn ti ayi jadian wua.. pleaseeeeeee.... :D.. tpi, dpe pmeran utama spa? harus ada part 2 ok? dtunggu please!,, tpi, kok aldi, triana, palance tdk ada pran?

METEOR! mengatakan...

Ini baru eps.1, pemeran utamanya semua. yang lainnya akan muncul seperti Ayi & Echa di episode2 berikutnya!! satu lagi, I"q"bal: Iqbal Idris. I"k"bal: Ikbal Palanu. Bedanya dihuruf Q sama K! Episode 2 bakal keluar insya ALLAH besok. Tksh^

Aristi Ayuningsi mengatakan...

ikbal jadi palanu aja.. supaya gg ribet.. oh iya supaya makin seru gymana kalo setiap episode itu ada tema atau judulnya supaya ada pesan2 yang bsa qt ambil dan prlajari.. tpi, seolah2 cerita ini nymbung.. itu cman sran sih.. lo kan yang ahli..

METEOR! mengatakan...

Mirip novel gitu maksud kamu?. Agak susah juga nulisnya, karena butuh banyak ide. Tadinya niat buat yang kayak gituan, tapi disini pemeran utamanya bukan hanya 1 orang, tapi banyak. Kalau masih 5-7 orang yah, bisa. Kalau 26? Tapi akan dicoba, awalnya mungkin tetap cerita yang ini, cuma akan diedit dan ditambah-tambah sedikit. Oke, makasih sarannya Ar! ^^

Aristi Ayuningsi mengatakan...

sipppppppppppppppppppppokkkkkkkkeeeeeeeee :D:D

Posting Komentar