Kamis, 02 Mei 2013

"What's up with METEOR?" Eps.2

     Saking asiknya Ayi, Echa, dan Aristi ngobrol di taman kota, mereka lupa akan waktu. Suara adzan maghrib mulai berkumandang, cahaya kemerah-merahan memancar dari arah barat bumi Gorontalo. Echa mengambil tupperware ditasnya, "Ar, Ay! Mau?" tawarnya seraya mendekatkan tupperware ke arah mereka. "Udah, buat lo aja.." jawab Ayi sambil melepaskan headsetnya. Aristi beranjak dari tempat duduknya, "Iya Cha! Met buka puasa.. Karena udah mau maghrib, gw duluan yah.." serunya seraya meninggalkan Ayi dan Echa. "Yaudah, gw balik, mau ke masjid.." ujar Echa. "Kenapa nggak barengan aja? gw juga mau ke masjid." ajak Ayi..
"Yakin lo mau ikut?"
"Ceeiiileeeh.... lo ngeraguin gw?"
"Nggak sih, gw hanya mastiin aja...."
"Udah deh, bilang aja kalo lu nggak mau, gw juga bisa pergi sendiri koq..."
"Lo marah? jangan ngambek dong, gw kan cuma bercanda.." bujuk Echa.
"Hah, iyadeh.. gw juga bercanda.. udah pergi ayok! nanti keburu malam.."
"Ayuk!"
Ayi dan Echa pergi ke masjid bersama-sama. Setelah selesai sholat maghrib, barulah mereka pulang ke rumah masing-masing..
***
     Esoknya,, mereka masuk seperti biasa. Tapi, Riri ga masuk karena sibuk shooting. Sedangkan Tia, anak paling pendiam dikelas, baru pulang dari Australi, kebetulan dia ultah hari ini..
"Eh, orang Australi!" sambut Aristi dengan semangatnya.
"Cieee-cieee... jauh-jauh ke Australi, lo bawa apaan Ti?" seru Echa..
"Lo bawa bule pesenan gw?" tanya Utari nakal.
"Apaan sih lo Ut?" sambung Nadila.
"Yah kan gw cuma beracanda...." jawab Utari.
"Tiaaa! selamat ulang tahun yah,! semoga panjang umur dan sehat selalu.. tambah pintar, tambah cantik, manis, pokoknya deh yah! ya ampun, 2 minggu ga ketemu, kita kangen juga sama lu!" cerocos Difa sambil berlari kearah Tia, dan berjabat tangan, disusul dengan teman-teman yang lain.
Tia tesenyum. "Aamiin, makasih yah semua.... Eh iya, gw ngundang kalian datang ke party gw ntar malam!" seru Tia.
"Ngapain? makan-makan? asiiiiik" seru Rimon.
"Halahhh..... lu tuh ya Mon, makan aja dipikiran lo.. Tapi badan lo ga gemuk-gemuk juga..." Ledek Ayi...
"Biarin, yang penting gw tetap jadi orang yang super duper ganteng, keren kece cetar membehana badai nomor 1 sejagat raya!" jawabnya dengan penuh percaya diri...
"Udaaah! ssssttttt! Diam!" teriak Ifah kesal  sambil mengikat tali sepatu yang sempat diinjak sama Iis.
Istirahat pertama, Tiba-tiba......
"OMG!!!!!!!!! Dompet gw ilang!!!" seru Devi seraya mengotak-atik isi tasnya.
"Dompet lo lari tadi, tadi gw liat dia kabur dari tas lo.." ledek Rimon yang asik- asikan nge-PES.
"Hahah, dompet lo punya kaki, Dev?" Ledek Ayi yang juga yang lagi asik bareng Rimon.
"Emang tadi lo taruh dimana sih? Tanya Vivi.
"Seingat gw, yah di tas gw.." jawab Devi dengan yakinnya.
"Dompet lo ketinggalan kaliiiiii.." tukas Nadira.
"Tapi gw yakin Nad, gw taruh ditas tadi!" jawab Devi.
"Coba deh lo ingat-ingat lagi....." ujar Daning.
"Nahloh? Tadi bukannya lo yang bilang ke gw kalo dompet lo ketinggalan?" seru Nadila.
"Ho'oohh.. lu juga bilang gitu ke gw.." lanjut Izky.
"Iyayah? kalau begitu, dompet gw emang ketinggalan donk....." jawab Devi bingung. "Ohh iya, gw baru ingat! bener, dompet gw ketinggalan!" sambungnya...
"Wah, parah lu Dev! udah belajar pikun lu?" ledek Rimon lagi.
"Gw ga butuh suara lo! mendingan lo diam aja kenapa sih..? cerewet banget jadi orang.." gerutu Devi. "Eh, ngomong-ngomong, Riri kemana? Dia sakit?" Tanyanya..
"Ga, dia lagi shooting film pertamanya, dia izin untuk beberapa hari..." jawab Ikbal sambil mencoret-coret diary-nya.
     Ditengah-tengah keasikan mereka, gatau kenapa, Dila memilih untuk menyendiri di halaman belakang dekat ruang seni. Aldi yang tadinya ke toilet, datang menghampirinya. "Masih ngegalau aja lu? ngapain lu disini?" tanya Aldi seraya duduk disampingnya. "ga koq, gapapa.." jawab Dila, dan iapun segera berdiri. "Mau kemana? kalo lo ada masalah, lo cerita aja ke gw, gw siap jadi diary lo!" seru Aldi.
"Ga, gw baik-baik aja!" ujar Dila. Iapun pergi meninggalkan Aldi.
"Mulut lo mudah aja bilang "gapapa", tapi mata lo ga bisa bohong Dil" umpat Aldi dalam hati.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dila? Pertanyaan itu seringkali muncul dibenak fikiran Aldi. Ia teringat akan kejadian itu. Dila memang terlihat baik-baik saja didepan teman-teman, tapi ada yang aneh ketika ia duduk menyendiri dihalaman belakang. Dila enggan mengatakan masalahnya kepada teman-temannya. Tiba dikelas, Aldi melihat Dila asik bercanda dengan teman-temannya. Sungguh sangat bertentangan dengan apa yang dilihatnya tadi. Tapi ia berusaha untuk tidak memikirkan hal itu lagi. Ia berusaha untuk percaya, bahwa Dila baik-baik saja. Dila pun terdiam sejenak ketika melihat Aldi masuk ke kelas. Namun, dia kembali tidak menghiraukannya.
---
Tengg...Teng...Teng...
Ketika bel pulang berbunyi, mereka memasukkan ATM kedalam tas mereka.. "Ning, ntar di party-nya Tia, lo mau pergi bareng siapa?" tanya Ifah sambil memakaikan sepatu dikakinya. Anak ini emang suka ga pake sepatu kalau dalam kelas..
"Ga tau nih If! Bingung gw!" jawab Daning sambil memperbaiki kerudungnya.
"Bareng gw aja!" tawar Difa.
"Iya Ning! Lo bareng Difa aja.. Lagian si Riri kan juga lagi sibuk, nah lo temanin dia!" seru Ifah.
"Terus Ikbal-nya?" tanya Daning.
"Udah, Ikbal-nya bareng gw!" jawab Ludin.
"Okee deh!" jawab Daning setuju. "Eh, terus yang lainnya, pada mo pergi bareng juga? tanya-nya lagi.
"Gw bareng Devi, Utari ama Michelle, Dian dengan Aristi, Vivi sama Iis dengan Dila juga, terus sisanya pada pergi sendiri mungkin!" Jawab Izky sok tahu.
"Yaudah deh! Tapi kalian harus tetap datang yah!" bujuk Tia lagi.
"Iya, datang koq, insya ALLAH!" jawab mereka kompak.

***
     Sorenya, Ayi menelfon Echa dengan iPhone5 kesayangannya, BlackBerry z10-nya Echa bunyi mengalunkan lagu 'Katty Perry-Firework', Do you ever feel like a plastic bag, drifting through the wind, wanting to start again. Do you ever feel, feel so paper thin, like a house of cards, one blow for caving in... Do you ever feel already buried deep, six feet under screams, but no one seems to hear a thing ...
"Assalamu'alaikum..." seru Echa memulai percakapan.
"Wa'alaikum salam... Ini gw! Ayi.. nomor lo gw dapat dari si Daning. Lo lagi ngapain? Sibuk yah? Koq lama ngangkat telfon gw?" cerocos Ayi..
"Ehm, maaf Ay, gw keasikan nonton!" jawab Echa. "Emang ada apa sih? Tumben lo nelfon gw, ga biasanya.." lanjutnya.
"Eh, enggak, gw cuma mo nanya doang, ntar lo jadi kan ke party-nya Tia?"
"Ummmm? ga tau, gw liat-liat dulu deh! kenapa emang?"
"Oh, nggak, gw nanya aja.. Oke Cha, bye.." seru Ayi dan langsung mematikan telfon.
Echa bingung dengan sikap Ayi, "Ini anak kenapa? ga ada angin, ga ada hujan, nelfon gw! hah bodoh amat!" gumamnya. "Eh, tapi, koq gw ngerasa seneng banget yah? Ah, udahlah.. ga penting juga.." Sebenarnya ia memendam rasa suka kepada Ayi, tapi perasaan itu berusaha ia hilangkan. Echa berjalan menuju dapur, ia merasa sangat sangat lapar, ia pun mengisi perutnya dengan 'Gulai malbi dan es kacang merah'.
    Malamnya, ia kedatangan sodara-sodaranya dari tempat asalnya, ia gak akan datang ke party-nya Tia, dan memutuskan pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhannya, dan kebutuhan sodara-sodaranya disini.. Tadinya Echa akan pergi bersama kakaknya, tapi kakaknya ga bisa karena motornya mogok, Echa pun memutuskan untuk pergi sendiri naik taxi. Ketika ia hendak membuka pintu pagarnya, secara tidak sengaja, mobil Maybach Landaulet Ayi lewat, dengan Ayi pastinya. Ayi berkesiap melihat Echa, mobil mewahnya itu pun berhenti dimuka rumah Echa dan ia keluar dari mobil menghampiri Echa.
"Mau kemana lu?" tanyanya sambil mengagetkan Echa.
"Ini gw mau ke supermarket.." jawab Echa.
"Loh? lo nggak ke party?"
"Kagak, sodara-sodara gw pada datang kerumah.."
"Lah terus? lo nya malah ke supermarket..?"
"yah kan persediaan di rumah gw pada habis, makannya gw ke supermarket.." jawab Echa yang lagi celingukan nyari taxi. "Eh, lo mau ke rumah Tia?" tanya-nya.
"Iya sih... nah, lo ke supermarket naik apa?"
"taxi..."
"ga mau bareng gw?" tawar Ayi.
"eh, nggak ah! lo kan mau ke party-nya Tia.." komentar Echa.
"gapapa koq, daripada lo nunggu taxi, ga dateng dateng juga.. mending lo bareng gw! ntar lo di PHP-in lagi supir taxi.. berharap ada, tapi malah ga ada...."
Echa terdiam sejenak sambil berfikir....
"Udah, mau yah?" bujuk Ayi... Tak sia-sia, ajakannya mendapat anggukkan dari Echa. Iapun pergi bersama Echa. Sementara di belahan bumi lain, tempatnya di rumah Tia, 
"Eh, Nad! lu liat Ayi, ga?" tanya Rimon yang bolak balik nyari Ayi kepada Nadira.
"gw bakal kasih tau, tapi lu harus ambilin gw minum dulu!" jawab Nadira.
"Iya deh..." demi Ayi, Rimon rela-relain ambilin Nadira minuman. "Nih!" serunya sambil memberikan gelas berisi minuman kepada Nadira. "Sekarang, lo kasih tau, dimana Ayi?"
"Thanks! sebenarnya sih, gw gatau juga Ayi-nya dimana, maaf yah!..." jawab Nadira
"Wah, parah lu Nad! iya deh, gapapa.. sekali-sekali baik sama anak orang.." ujarnya.
"Eh, Nad, gw boleh pinjam handphone lu gak?" tanya Rimon.
"Untuk apa?"
"Nelpon Ayi, bolehkan? Pulsa gw habiiis! boleh yah.." bujuk Rimon.
"Yaudah, nih!" seru Nadira seraya mengambil android Vertu Ti-nya, dan memberikannya kepada Rimon.
Tanpa pikir panjang, ia langsung menelfon Ayi.....
"Nad?"
"Hah?"
"Ini koq yang ngangkat cewek yah?" tanya Rimon penasaran.
"Ah yang bener? dia bilang apa?"
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.." jawab Rimon.
"Yaaaah, kiran apaan... dasar lu Mon!"
"hahahahah..... eh tapi koq ga aktif sih?"
"yah mana gw tau.... hp, hp dia..!"
"Ay,,, Ay...! lu kemana sih? bikin gw galau aja..... yaudah deh, nih  handphone lo! Thanks yah..." serunya sambil mengembalikan handphone Nadira, dan pergi meninggalkannya.
Malam itu party-nya emang rame! Meski dari 26 siswa, 3 diantaranya gak datang (Echa, Ayi dan Riri). Mereka tampak menikmati suasana itu, tapi tidak dengan Rimon. Anak ini nge-galau full selama malam itu karena Ayi gak datang.. Melihat Rimon duduk menyendiri, Ludin pun datang menghampirinya..
"Kenapa lu Mon?" tanya Ludin sambil mengagetkan Rimon.
"Eh elu, Din...! ga, gw cuma ngerasa ada yang kurang aja, karena Ayi ga dateng.."
"Udah, mungkin dia sibuk kaliii..... ada urusan lain.." tukas Ludin.
"Mungkin juga sih..."
"Udah, gabung yuk! asik tuh! mereka lagi pada main game!" ajak Ludin.
"Game apa?"
"Udah, kesana aja... yuk!"
"Yauda deh, ayok!" ajakan Ludin berhasil mempengaruhi Rimon. Mereka berdua datang menghampiri teman-teman lain yang asik main game dengan diiringi lagu yang dinyanyikan oleh Ifah. Malam itu jadi moment indah bagi anak-anak METEOR, tak terkecuali untuk Riri yang menjalankan shootingnya, apalagi untuk Echa dan Ayi. Namun sayang, setengah jam setelah party dimulai, Aristi dan Dian pamit pulang duluan, karena mereka harus ke supermarket membeli keperluan mereka, sebelum supermarket itu tutup. "Tia, maaf yah.. gw sama Aristi mau pamit.. kita mau ke supermarket, ada keperluan dadakan.. ntar, supermarket keburu tutup lagi... maaf yah... gapapa kan?" tanya Dian kepada Tia..
"Iya koq, gapapa... makasih yah udah nyempatin datang!"
"Iya, sama-sama Ti! sekali lagi maaf yah...." ujar Aristi...
"Iya... iya.... gapapa koq....."
"yaudah, kita pamit dulu yah....."
Mereka pergi meninggalkan party dan on the way supermarket dengan motor baru Dian. Setiba di supermarket, dan secara tidak sengaja, "Eh, Ar! itukan Echa sama Ayi?" ujar Dian.
"Mana? mana?"
"Itu yang diujung sana!"
"Wah, iya bener!" seru Aristi sambil menaikkan kacamatanya. "Ngapain mereka disini? Berarti, mereka ga dateng ke party-nya Tia, hanya karena ini? wah...waaah.... koq bisa yah mereka sedekat itu? cerocosnya.
"Iya, gw juga ga tau... Kita samperin yuk!"
"Eh jangan! ntar ganggu loh!" jawab Aristi sambil menahan Dian. "Eh, udah cepat! lo mau beli apa? ambil buruan, gw tunggu lo di kasir, setelah itu kita ikutin mereka!"
"Oke..oke.. lu tunggu disini ya Ar!"
"Iya, udah sana cepat!"
Saking terburu-buru, Dian yang tadinya mau beli kuas, malah masukin sikat gigi ke keranjang belanjaannya, yang sebenarnya mau beli coklat Aristi, malah beli sabun mandi! Tiba dikasir, "nahloh? ini apa koq ada sikat gigi sama sabun mandi? kuas sama coklatnya mana?" tanya Aristi.
"Aduh! mampus gw! salah ngambil.."
"Lo sih! udah gapapa, bayar aja. Echa sama Ayi juga udah mau pergi tuh!" Mereka seakan akan merasa tidak menyesal dengan apa yang sudah mereka beli. Akan lebih menyesal lagi, jika mereka ga bisa ngikutin Echa sama Ayi. Aristi dan Dian yang terus buntutin Echa dan Ayi dari belakang, mereka makai helm full face biar ga ketahuan.. Tibalah mereka di rumah Echa... Ayi dan Echa pun keluar dari mobil Maybach Landaulet itu. "Ay, makasih yah udah mau nemanin gw.... maaf udah ngerepotin, maaf juga gara gara gw, lo gagal ke party-nya Tia.."
"Gapapa koq... yah daripada nanti lu kenapa-kenapa..."
"Ummmm... ga masuk dulu?" tawar Echa.
"Eh, nggak usah Cha... gaenak sama sodara sodara lu... yaudah kalau gitu, gw pulang yah..."
"Yakin? Yaudadeh.... sekali lagi, makasih yah...."
"iya, sama-sama..." jawab Ayi sambil masuk kedalam mobil mewahnya itu..
"Hati-hati yah!" seru Echa sambil melambaikan tangan.
Malam itu menjadi malam yang indah bagi mereka. Echa dan Ayi ga bakalan lupa saat-saat itu.

***
     Esoknya, seperti biasa, ga ada yang kurang dan ga ada yang lebih, suasananya masih sama seperti kemaren. "Eh, Cha? lo koq ga dateng semalam?" tanya Michelle.
"sodara gw main kerumah, Mic! jadi gw ga bisa datang.." jawab Echa.
"Oh gitu? Okeey..... Eh tugas kimia lu udah belom? Liat yah...."
"Udah koq, Mic! ini....." seru Echa sambil memberikan bukunya kepada Michelle, dan pergi ke toilet.
"Pagi semuaaaa!!!" teriak Devi yang baru aja datang.
"ga usah lebay deh!" komentar Rimon.
"Diam lo! kenapa sih dari kemarin lo sentimeeeeen banget sama gw?" tanya Devi kesal.
"Ngefans kalii dia, Dev!" tukas Iis..
"Ayi datang... Ayi datang... Ayi datang...!" seru Ayi
"Keliatannya, lu senang banget Ay? Ga kayak biasanya...." sembur Nadila
"Iya nih, lagi senang Ay?" tanya Vivi..
"Ceeeeileeeh... yang lagi senang!" seru Nadira..
"Tapi ngomong-ngomong, semalam lu kemana aja?" tanya Ikram.
"Gw ada keperluan sedikit, Kram!" jawab Ayi dengan semangatnya.
"Keperluan atau nemanin Echa belanja?" sembur Dian yang baru aja masuk ke kelas.
"Hah? Bener Ay, lu nemanin Echa belanja?" tanya Izky heran..
"Ya iyalah.... selain Riri, siapa coba yang ga datang? mereka berdua kan?" seru Aristi..
"Emang bener yah?" tanya Ifah yang juga ga percaya..
"Sekarang deh lo kasih tahu, lo kemana aja semalam?" tanya Iqbal maksa.
"Eee....eeee...eeeeee... Iya sih.." jawab Ayi gugup.
"Iya apaan? lo bener nemanin Echa belanja?" tanya Ilham lagi..
"Iiiiiyaaaaa......"
"Whaaaaaat???????? Jadi semalam, lu jalan bareng Echa?" teriak Dila kaget.
"Rupanya ada yang falling in love nih" goda Aldi kepada Ayi.
"Pantas aja, lu keliatan senang banget... gapapa deh, lo ga datang ke party gw, yang penting lo beneran jalan bareng Echa...." goda Tia...
"Eh! itu Echa datang!" seru Devi..
"Cieeeeee yang jalan berdua semalam..." ledek Difa..
"Kalau gw tau, semalam lo jalan bareng Echa, gw ga bakal sedih gara-gara lu ga dateng.." komenar Rimon.
"Cieeeeee Ayiiiiiiiiii....." teriak Ludin.
"Cieeeee Echaaa....." teriak Ikbal.
Tak henti-hentinya mereka membicarakan kejadian itu, Ayi dan Echa hanya bisa diam.. Tiap kali Ayi dan Echa ingin bicara, ga dikasih kesempatan sama mereka. Sejak itu, Ayi merasa ga enak dengan Echa.. "Kalau gw sih gapapa, tapi Echa?" umpatnya dalam hati. Iapun memutuskan untuk tidak mendekati Echa, dan memilih berteman sepeti biasa.

bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar